Minggu, 15 September 2013

tekat anak muda

Assalamualaikum wr.wb.
"AlasRajah" nama sebuah kampung yang sempit, indah dan hijaunya pepohonan tak mengurangi kesejukan tiap waktu. Disana tinggallah seorang laki-laki muda, suatu saat dia jatuh cinta kepada seorang perempuan cantik bagai bidadari baginya. Akhirnya mereka menikah, tinggal di gubuk kecil dan menjalani kehidupan mereka sebagai sepasang suami istri, keduanya terlahir dari keluarga yang pas-pasan tak lebih dan tak lain dari keluarga "petani".
Hari demi hari mereka lewati hidup dengan sebuah cangkul dan ladang yang sempit. hasil jerit payah akhirnya tidak sia-sia, mereka bisa membeli sapi dan mulai sekarang mereka tidak lagi mencangkul untuk bercocok tanam di ladangnya. sebagai sepasang suami-istri akhirnya mereka dikaruniai seorang anak laki-laki, mereka beranggapan bahwa anak itulah yang nantinya akan merubah kehidupan mereka yang melarat . Dengan sangat telaten anak laki-laki itu dirawat olehnya, dengan penuh kasih sayang tumbuhlah seorang anak laki-laki kecil, meskipun kesulitan dalam ekonomi mereka tetap menyekolahkan anaknya karena mereka tidak ingin nasib anaknya sama dengan nasib mereka dulu yang tak bisa mengenyam masa pendidikan. 6 tahun anak itu melewati sekolah dasarnya, tak lebih hasil banting tulang orang tua tiada habis membuat anak itu lulus sampai Sekolah Menengah Atas di sebuah sekolah yang paling tenar di daerahnya. karena ingin mewujudkan semua mimpinya akhirnya anak itu memutuskan untuk kuliah, tidak tanggung-tanggung anak itu mendaftarkan diri disebuah perguruan tinggi negeri yang ternama di negerinya. masuk dan diterima di perguruan tinggi negeri bukanlah hal mudah tapi Tuhan berkata lain akhirnya sekali mendaftar dia langsung diterima di perguran tinggi negeri impiannya itu. dan disanalah anak itu mengadu nasib, dari sekian banyak mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi tersebut, tentu anak itu tidak mau kalah dia ingin membuktikan "walaupun anak seorang petani aku pasti akan sukses", hal itulah yang menjadi motivasi besar baginya. seiring berkembangnya zaman yang sudah maju, anak itu mengolah fikirannya untuk menciptakan sebuah alat yang nantinya akan dipergunakan untuk hal pertanian, dia ingin membuat para petani tidak lagi kesulitan untuk mengerjakan ladang-ladangnya.

dari kisah diatas bisa kita simpulkan bahwa jatidiri yang ada, harus dipertahankan dan dikembangkan lagi agar mempunyai suatu nilai yang berharga.

Wassalamualaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar